DISKUSI PELANGGARAN HAM YANG DIALAMI PENYANDANG DISABILITAS

  • 20 Januari 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1723 Pengunjung

Hari/Tanggal
:
Selasa, 20 Januari 2015 s/d Senin, 00 00 0000
Tempat
:

Pemerintah Indonesia telah menandatangani Convention on the Right of Persons with Disaabilities ( Konvensi mengenai Hak Hak Penyandang Disabilitas) pada tanggal 30 Maret 2007 di New York. Kasat mata penandatanganan konvensi tersebut menunjukan suatu kesungguhan sikap Negara Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan memajukan Hak hak penyandang Disabilitas yang pada akhirnya diharapkan dapat memenuhi kesejahteraan para penyandang Disabilitas. Tetapi agak ironis dengan apa yang terjadi dilapangan, yang mana masih ada terjadi kasus kasus yang mencerminkan dilanggarnya Hak dasar dari penyandang Disabilitas. Seperti contoh kasus adanya penolakan terhadap salah satu penyandang Disabilitas untuk membuka rekening di  salah satu Bank swasta disekitaran Denpasar, stigma masyarakat yang masih menganggap penyandang disabilitas sebagai orang yang sakit ketika kaum Disabilitas diajak ke Pura untuk diajak sembahyang juga masih terjadi disalah satu Pura besar di Bali. Untuk daerah Denpasar, penertiban trotoar dari lahan parkir sepeda motor dan  pedagang liar belum bisa dilakukan oleh dinas trantib Kota Denpasar, sehingga penyandang  Disabilitas yang melintas di trotoar itu menjadi terganggu. Selain itu ditabanan juga ada  cibiran tidak sedap dari komunitas adat yang menganggap rendah penyandang Disabilitas ketika kaum Disabelitas berhadapan dengan kegiatan Adat.  Pelarangan untuk membuka rekening Bank merupakan masuk dalam pelanggaran hak dasar untuk mengembangkan diri. Dengan dilarangnya kaum Disabilitas untuk membuka rekening, secara otomatis membuat transaksi keuangan penyandang Disabilitas yang bersangkutan menjadi terhambat. Itulah hasil diskusi tentang “Pelanggaran HAM yang dialami penyandang Disabilitas “ yang dapat kami simpulkan pada hari ini tanggal 21 Januari 2015 di kantor YLBHI – LBH Bali. Adapun organisasi Disabilitas yang berkesempatan hadir adalah Puspadi, Yayasan Bunga Bali, Yayasan Pendidikan Deria Raba, HWDI, Paralegal LBH Bali penyandang disabilitas dan Pertuni.


  • 20 Januari 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1723 Pengunjung

Agenda Terkait Lainnya