Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Anak #PrayAngeline

  • 09 Juni 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1506 Pengunjung

Berdasarkan beberapa media online dan cetak yang menyatakan “Angeline bocah berkulit sawo matang merupakan anak angkat dari Ibu Megriet Megawe yang berusia delapan tahun dinyatakan hilang sejak 16 Mei 2015 lalu di kediaman yang berada di Jl Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali. Namun hari ini menjadi hari yang mencengankan ketika ditemukan mayat anak kecil yang diduga Angeline di belakang rumahnya, mayat ini dalam kondisi mengenaskan dengan jenasah leher terikat tali plastik dan mayat dikubur dengan sampah. Anak yang dikabarkan hilang 25 hari yang lalu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dirumahnya sendiri.

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan, memiliki Hak Asasi Manusia serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Untuk itu, perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan Anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa perlakuan diskriminatif. Dimana salah satu haknya yang tercantum dalam Pasal 15 huruf d Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak “Setiap Anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan”. Kekerasan adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/ataupenelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Di dalam Undang-undang ini juga mencantumkan kekerasan ke dalam ketentuan pidana Pasal 76 C “Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak”, Pasal 80 ayat (3) “Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) serta Pasal 80 ayat (4) “Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya”. Berdasakan Pasal 1 angka 4 “Orang Tua adalah ayah dan/atau ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat”.

LBH Bali sebagai Lembaga Bantuan Hukum yang juga konsen terhadap perlindungan anak menyatakan sikap :

1.      mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas Penyebab Kematian Angelina

2.      LBH Bali menolak untuk Mendampingi Pelaku Kekerasan terhadap Anak.

 

Denpasar, 10 Juni 2015

ttd

Ni Wayan Sita Metri, S.H.

Kepala Divisi Perempuan dan Anak


  • 09 Juni 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1506 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya