PLTU Celukan Bawang Harus lebih memprioritaskan Pekerja Lokal.

  • 26 Agustus 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1346 Pengunjung

Mencermati kondisi ketenagakerjaan yang terjadi di lingkungan PLTU Celukan Bawang, tentu sangat memprihatinkan bagi kita. Hal ini karena kondisi Tenaga Kerja Indonesia yang kesulitan mengakses lapangan pekerjaan. Tentu dengan dilaksanakannya proyek baru (PLTU) yang konon katanya akan menjadi tempat bagi masyarakat local utnuk mencari lapangan pekerjaan. Apalagi slogan yang selalu di dengung-dengungkan oleh perusahaan bahwa keberadaan proyek ini akan bermanfaat bagi masyarakat, untuk memprioritaskan tenaga kerja local di dalamnya. Tetapi sungguh sangat miris karena apa yang terjadi saat ini jauh dari apa yang diharapkan dan menyikapi persoalan ini pemerintah dan pengusaha pun terkesan cuci tangan.

Dengan banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di PLTU, tentu hal ini melukai hati masyarakat yang ada disekitar perusahaan karena hanya segelintir saja yang bisa bekerja di perusahaan tersebut dan ini tak ubahnya  ilusi semata ditengah-tengah banyaknya rakyat yang mencari lapangan pekerjaan. Dari sini kita bisa melihat seakan-akan pemerintah lebih memprioritaskan Pekerja Asing daripada Pekerja Lokal.

sangatlah jelas di dalam  Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (2) dijelaskan bahwa, “ Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan “. Dan di dalam Pasal 28D ayat (2) dijelaskan bahwa, “ setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja, “ akan tetapi kenyataannya dilapanngan sungguh jauh panggang dari api. Jika masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan, mengapa pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi Tenaga Kerja Asing???

Sedangkan di dalam Undang-Undang Nomer 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 42 ayat (4) dijelaskan bahwa “ Tenaga kerja asing dapat dipekerjakan di Indonesia hanya dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu “. Akan tetapi kita tau bersama bahwa proyek PLTU di Celukan Bawang sudah berjalan sejak lama dan mengapa banyaknya Tenaga Kerja Asing baru diketahui beberapa hari yang lalu? Itupun baru ketahuan saat Kementrian Ketenagakerjaan melakukan sidak ke PLTU Celukan Bawang.

Atas persoalan tersebut, maka kami Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Bali) menuntut :

1.       Menindak tegas perusahaan yang melanggar aturan-aturan penggunaan Tenagakerja Asing.

2.       Laksanakan fungsi pengawasan Dinas Tenagakerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan

3.       Minimalisir penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan lebih memprioritaskan Pekerja Lokal.

Denpasar, 27 Agustus 2015

 

 

Haerul Umam

Koordinator Ekosob


  • 26 Agustus 2015
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1346 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya