Warga Kampung Barokah Celukan Bawang Menuntut PLN segera memindahkan menara dan kabel SUTT

  • 31 Januari 2016
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 863 Pengunjung

Sampai saat ini tower dan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) masih  melintas diatas rumah warga Kampung Barokah Desa Celukan Bawang Buleleng. Kabel SUTT dengan daya 150 KV yang mendistribusikan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan milik dari PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sejak awal rencana pemasangan kabel SUTT oleh pihak PT. PLN yang akan melintas diatas perkampungan warga, telah mendapatkan penolakan dari warga Kampung Barokah. Alasan warga Kampung Barokah menolak pemasangan kabel SUTT, karena warga takut akan terjadi dampak yang buruk akibat dari aliran listrik kabel SUTT dengan daya 150 KV, dan kabel SUTT tersebut akan melintas diatas rumah warga  dan sekolah.  Sementara masih ada lahan kosong disebelah barat dari Kampung Barokah yang cocok untuk pemasangan kabel SUTT.

Meski terus mendapat penolakan dari warga,  namun pihak PT. PLN terus berupaya dan memaksa warga agar menerima kabel SUTT dipasang diatas kampung warga. Pada tanggal 27 Februari 2015, terjadi mediasi antara warga Kampung Barokah dan pihak PT. PLN, mediasi dilaksanakan di kantor Bupati yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng dan di hadiri oleh MUSPIDA Buleleng, SKPD, Camat Gerokgak dan juga beberapa pejabat terkait. Pertemuan tersebut menghasilkan 4 (empat) kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara Rapat, yaitu :

1.      Masyarakat Kampung Barokah yang selama ini berkeberatan, menerima pemasangan kabel SUTT melalui Kampung Barokah dengan jangka waktu hanya dalam 1 (satu) tahun.

2.      Dalam jangka waktu 1 tahun pihak PT. PLN harus sudah menindak lanjuti pemindahan menara dan kabel SUTT kesebelah barat Kampung Barokah sehingga pemasangan kabel tidak melewati Kampung Barokah.

3.      Bupati Buleleng sebagai Kepala Daerah bersama MUSPIDA menjamin serta bertanggung jawab pemasangan kabel SUTT melalui Kampung Barokah hanya dalam jangka waktu 1 tahun. Setelah 1 tahun pihak PT. PLN sudah harus siap memindahkan kabel SUTT ke sebelah barat ( tidak melalui Kampung Barokah ).

4.      Pihak PT. PLN siap menjamin keselamatan masyarakat Kampung Barokah yang berada di bawah radius jalur SUTT baik materil maupun moril selama 1 tahun jangka waktu pemasangan kabel.

Melihat beberapa poin hasil kesepakatan diatas, sudah jelas-jelas PT. PLN hanya memiliki waktu 1 tahun mulai tanggal 27 Februari 2015 hingga tanggal 27 Februari 2016 untuk pemasangan kabel SUTT, dan setelah itu PT. PLN harus memindahkan kabel SUTT sesuai dengan hasil kesepakatan tersebut.  

Sejak kabel SUTT di pasang diatas pemukiman warga, beberapa kejadian telah menimpa warga kampung barokah karena akibat dari radiasi dan aliran listrik kabel SUTT, seperti terjadinya aliran listrik secara sepontan dari kabel SUTT ke tiang bola volly di sekolah, kabel SUTT mengeluarkan suara ketika terkena air hujan, aktifitas sekolah menjadi terganggu akibat hawa panas yang dikeluarkan kabel SUTT, dan berbagai kejadian lainnya yang menimpa warga di Kampung Barokah karena dampak dari kabel SUTT tersebut.

 

 

Pada tanggal 26 Oktober 2015, Bupati Buleleng telah mengeluarkan surat yang ditujukan ke pihak PT. PLN dengan Nomor: 671/ 4062/ Ekbang Perihal: Tindak Lanjut Berita Acara Hasil Rapat Pemasangan Kabel SUTT, yang pada intinya menjelaskan bahwa “ Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun pihak PT. PLN harus sudah menindak lanjuti pemindahan menara SUTT kesebelah barat Kampung Barokah sehingga pemasangan kabel SUTT tidak melalui Kampung Barokah “. Namun sampai saat ini dari pihak PT. PLN tidak ada tanda-tanda tindakan sedikitpun untuk melakukan pemindahan menara dan kabel SUTT yang melintas diatas kampung Barokah, sedangkan jangka waktu 1 (satu) tahun tidak lama lagi akan habis pada tanggal 27 Februari 2016 mendatang.

Atas dasar tersebut diatas, maka kami Warga Kampung Barokah Desa Celukan Bawang menuntut :

1.      PT. PLN segera memindahkan menara dan kabel SUTT dari Kampung Barokah.

2.      Menolak segala bentuk tawaran dari PT. PLN untuk memperpanjang masa waktu pemasangan kabel SUTT yang melintas diatas Kampung Barokah.

3.      Menuntut Bupati Buleleng agar konsisten sesuai dengan surat Berita Acara Rapat (tertanggal 27 Februari 2015) dan surat Bupati Buleleng (tetanggal 26 Oktober 2015).

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

Denpasar, 1 Februari  2016


  • 31 Januari 2016
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 863 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya