PROPAM POLRI HARUS JELASKAN ALASAN PENEMBAKAN AMOKRANE SABET

  • 08 Mei 2016
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1289 Pengunjung

Insiden penangkapan yang berujung pada penembakan terhadap WNA Prancis Amokrane Sabet oleh kepolisian patut dipertanyakan kembali. Insiden ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kepolisian agar dalam melakukan penangkapan tidak menggunakan kekerasan sehingga polisi bisa menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.
Kami menghimbau agar masyarakat tetap memberikan kepercayaan dan dukungan kepada POLRI, untuk menyelesaikan kasus ini secra terang dan jelas, melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Membiarkan penyelesaian kasus ini berlarut-larut akan memancing kesimpangsiuran informasi dan menyudutkan kepolisian yang pada akhirnya akan mengurangi kepercyaan masyarakat terhadap polisi.
Selain itu kami YLBHI-LBH turut berduka atas meninggalnya anggota polri saat menjalankan tugas, serta kami juga sepakat kalau perbuatan Amokrane melanggar hukum. Berdasarkan pasal 13 ayat 1 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian “Setiap individu anggota Polri wajib bertanggung jawab atas pelaksanaan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian yang dilakukannya”
Karena itu saya Yantra staff YLBHI -LBH Bali Divisi Sipil dan Politik) mendorong :
1. agar kepolisisn menjelasakan kepada masyarakat umum alasan ketika pelaku sudah lumpuh, masih dilakukan penembakan padahal seseorang sudah yang mengatakan stop (yang terlihat dalam video)
2. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memebeberkan hasil evaluasi prosedur penangkapan Amokrane Sabet.

Cp : Yantra (081339106831)


  • 08 Mei 2016
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1289 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya