2 Tahun Anak Meninggal, Polres Karangasem belum mampu Menemukan Tersangka

  • 19 Januari 2017
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 653 Pengunjung

Kematian KCD hari ini genap 2 (dua) tahun, namun hingga saat ini pihak kepolisian Resor Karangasem belum mampu mengungapkan pelaku yang menyebabkan kematian anak korban. Sejak tanggal 22 Agustus 2016 Kasus ini telah ditingkatkan ke Penyidikan, dan sudah 151 hari pihak kepolisian belum mampu menetapkan tersangka dari kasus ini. Hal ini menjadi kejanggalan, mengenai sejauh mana kinerja dan keseriusan dari pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini. Apabila didasarkan pada Pasal 31 ayat (2) Perkap No. 12 Tahun 2009, Batas waktu penyelesaian perkara dihitung sejak diterimanya Surat Perintah Penyidikan meliputi:120 hari untuk penyidikan perkara sangat sulit, 90 hari untuk penyidikan,  60 hari untuk penyidikan perkara sedang dan 30 hari untuk penyidikan perkara mudah. Maka penanganan dan pengungkapan kasus ini telah melebihi batas waktu. Konfrontir yang dikatakan akan mampu mengungkapkan tersangka dan menemukan titik terang, namun hingga saat ini juga polisi tidak mampu mengungkapkan siapa tersangkanya. Hal ini membuktikan pihak kepolisian gagal untuk melakukan fungsinya yakni pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, yang bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia.Untuk mendorong terciptanya rasa keadilan dan kepastian hukum bagi korban kami YLBHI LBH Bali selaku Penasehat hukum keluarga korban menyatakan:

1.      Mendorong Pihak Kepolisian Resor Karangasem lebih serius dan maksimal dalam menangani kasus ini.

2.      Meminta Gubernur bali, DPRD Provinsi Bali dan Pihak pihak terkait  untuk ikut memantau dan mendorong terselesainya kasus ini

3.      Menggunakan dan mempertimbangkan hasil observasi dari Psikiatri Forensik RSUP Sanglah untuk kepentingan Kasus ini.

Denpasar, 20 Januari 2017

Hormat Kami,

Penasehat Hukum Korban

YLBHI LBH Bali


  • 19 Januari 2017
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 653 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya