Mengecam Tindakan Kasat Intel Polres Tangerang Karena Membubarkan Aksi Paksa Dan Memukul Buruh Perempuan

  • 09 April 2017
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 720 Pengunjung

YLBHI-LBH Bali mengecam serta mengutuk tindakan pembubaran aksi damai yang juga disertai tindakan kekerasan oleh aparat gabungan (Polisi dan Satpol PP Kota Tanggerang) terhadap massa aksi Buruh PT. Penarub Dwikarya di Tugu Adipura Kota Tanggerang.

Minggu 9 April 2017, aksi piket  dilakukan oleh Buruh PT. Penarub dwikarya di Tugu Adipura Kota Tanggerang, namun aksi damai tersebut dibubarkan paksa oleh aparat gabungan yang juga merampas atribut dari massa aksi. Tidak hanya itu, Kasat Intel Polres Tanggerang juga melakukan kekerasan yakni menampar salah satu peserta massa aksi yang juga Sekretaris Jendral Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Yanti Emelia Siahaan.

Seperti diketahui, bahwa aksi piket setiap minggu memang terus dilakukan oleh Buruh PT. Penarub Dwikarya selama kurang lebih lima tahun, hal ini seiring dengan kasus PHK yang dialami oleh 1300 Buruh PT. Penarub Dwikarya tanpa pesangon, dan aksi tersebut juga bagian dari kampanye yang dilakukan oleh buruh PT. Penarub Dwikarya terkait kasus-kasus perburuhan yang ada di kota Tanggerang, salah satunya adalah kasus PHK terhadap 1300 Buruh PT. Penarub yang sudah lima tahun belum terselesaikan dan hingga saat ini hak-hak buruh tersebut belum dibayarkan.

Tindakan perampasan atribut aksi, pembubaran paksa hingga kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap massa aksi tentu sangat bertentangan dengan kebebasan untuk menyampaikan pendapat yang di jamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Selain tindakan pembubaran paksa dan tindakan kekerasan tersebut, kebijakan yang dikeluarkan oleh Wali kota Tanggerang pada bulan ini, Perwali No.2 Tahun 2017 Tentang Pelarangan Aksi Pada Hari Sabtu dan Minggu merupakan kebijakan yang anti rakyat dan anti demokrasi.

Atas dasar tersebut diatas, YLBHI-LBH Bali menyatakan sikap sebagai berikut :

1.    Mengecam tindakan kekerasan aparat Kepolisian Tanggerang yang membubarkan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap aksi damai Buruh di Tanggerang.

2.    Usut tuntas tindakan kekerasan oleh aparat Kepolisian dan pecat Kanit Intelkam Polres Tanggerang.

3.    Cabut Peraturan Walikota Tanggerang No. 2 Tahun 2017 yang merampas kebebasan menyampaikan pendapat.

4.    Jalankan rekomendasi ILO, selesaikan kasus dan bayarkan hak 1300 buruh PT. Penarub Dwikarya.

5.    Selesaikan kasus-kasus perburuhan, dan hentikan kekerasan terhadap Rakyat

 

Denpasar, 10 April 2017

YLBHI-LBH BALI

Jl. Plawa No 57 Denpasar-Bali

Tlp : 0361-223010


  • 09 April 2017
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 720 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya